Polda Lampung Jadikan Cik Raden Tersangka City Spa

Rabu, 24 Februari 2016
Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung, Cik Raden.

Bandarlampung, LC – Penyidik Polda Lampung akhirnya menetapkan Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung Cik Raden sebagai tersangka rekayasa penutupan City Spa.

Penetapan tersangka Cik Raden itu tertuang dalam surat No. SpGil/267.II/Subdit=II/2016 Ditkrimum/23 Februari yang ditandatangani AKBP Irwandi. Cik Raden ditetapkan sebagai tersangka bersama dua anggota Pol PP Bandar Lampung, Budi dan Asrin, susai gelar perkara, Selasa (23/2).

Gelar perkara berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00. “Tersangka Cik Raden, Budi, dan Asrin,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Zarialdi, kemarin.

Namun, Zarialdi belum bisa memastikan apakah ketiga tersangka baru akan ditahan atau tidak. “Belum ditahan, baru ditetapkan tersangka saja. Besok (hari ini) baru dipanggil,” kata dia.

Cik Raden dijerat Pasal 289 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP atau Pasal 335 Ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP karena yang melakukan, menyuruh, dan turut melakukan perbuatan pidana.

Menurut pengakuan anggota Pol PP Bandar Lampung yang sudah menjadi tersangka lebih dahulu, Gusti alias Gustam, penggerebekan dan penutupan City Spa adalah hasil rekayasa atasannya, Cik Raden.

Saat dikonfirmasi hingga tadi malam, nomor ponsel 0812726166XX yang biasa digunakan Cik Raden sehari-hari tidak aktif. Sejak awal dia memang tidak mau mengomentari kasus tersebut. Setelah menetapkan Gusti, Cik Raden, Budi, dan Asrin menjadi tersangka, polisi masih terus mendalami dugaan keterlibatan orang lain yang menyuruh melakukan rekayasa penutupan City Spa.

Penetapan Cik Raden Dkk itu tidak lepas dari janji Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin berkantor di lapangan Enggal, Kamis (18/2) lalu, kapolda memang meminta penyidik menyelesaikan kasus tersebut dalam satu minggu setelah Gusti bersama kuasa hukumnya melapor. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar