Politik Arinal dan Cerita Way Dadi

Kamis, 29 Agustus 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Warga Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung sepertinya mulai pesimis terhadap komitmen Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam mewujudkan Lampung Berjaya. Pasalnya, puluhan ribu warga yang bermukim di lahan tersebut mulai merasa jika mereka hanya dimanfaatkan Arinal sebagai objek politik.

Seolah ingin Gubernur Arinal terhindar dari dosa munafik, warga masyarakat Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung mengingatkan kembali janji Arinal yang akan berpihak terhadap rakyat dalam menyelesaikan persoalan tanah yang dulunya bekas HGU NV. Way Halim Sumatera Rubber and Coffee Estate (Resume : Surat Gubernur Lampung Nomor; 593/3964/BPN/1993 tanggal: 18 -12-1993).

Bahkan Arinal menjanjikan akan bantu menyelesaikan masalah Way Dadi jauh sebelum pencalonannya sebagai gubernur. Salah satunya, Arinal pernah membangun komunikasi dengan salah satu tokoh Way Dadi agar masyarakat setempat menyambut kedatangan Ketua DPR-RI yang juga merupakan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto, sebelum menghadiri pelantikan pengurus DPD I Golkar Lampung, di Desa Margorejo, Jatiagung, Lampung Selatan, Kamis 26 Januari 2017 lalu.

Atas dasar itulah, puluhan Warga Way Dadi meluangkan waktu dan menangguhkan segala aktifitas serta rutinitasnya, berpanas-panasan, berkumpul di Jalan Ryacudu, Sukarame, menyambut Setya Novanto bersama Arinal dan rombongan. Ketika itu, Setya Novanto dan Arinal menyempatkan turun ke tengah masyarakat Way Dadi mendengarkan langsung keluhan dan berjanji akan menyelesaikan persoalan Way Dadi langsung ke Presiden Joko Widodo.

Bukan hanya itu, setelah ditetapkan KPU sebagai Gubernur periode 2019-2024, Arinal masih menyambung komunkasi dengan Tokoh Way Dadi, terutama ketika ingin menempatkan putranya Isfansa Mahani di daerah pemilihan (dapil) 4, (Kecamatan Sukarame – Sukabumi – Tanjung Seneng) Kota Bandar Lampung. Terbukti Isfansa Mahani terpilih sebagai Anggota DPRD Bandar Lampung 2019-2024 dengan perolehan 4350 suara, yang sebagian besar dari wilayah Way Dadi (Kelurahan Way Dadi, Way Dadi Baru, Korpi Jaya), Sukarame, Bandar Lampung.

Namun setelah kepentingan politiknya tercapai, Arinal sampai hari ini dianggap belum bisa berbuat banyak untuk masyarakat Way Dadi. Bahkan diawal kepemimpinan Arinal sebagai Gubernur, Pemprov Lampung justru mengeluarkan keputusan agar masyarakat Way Dadi membayar kompensasi lahan Rp550 ribu permeter.

Padahal dalam mediasi di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI terkait sengketa Hak Pengelolaan (HPL) lahan Way Dadi antara masyarakat dengan Pemerintah Provinsi Lampung, di kantor Kemendagri, Selasa (12/2/2019) lalu, telah disimpulkan dua point penyelesaian.

Yakni apabila masyarakat Kelurahan Way Dadi, Way Dadi Baru dan Korpri Jaya mempertanyakan HPL tersebut karena dianggap cacat administrasi penerbitannya, maka diusulkan alternatif kepada kedua belah pihak yakni substansi dibuktikan melalui pengadilan, atau dibatalkan oleh Kementerian ATR/BPN karena cacat hukum administrasi berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan.

Sambil menunggu proses penyelesaian selesai, Kemendagri mengimbau kepada Pemprov Lampung untuk tidak melakukan kegiatan apapun di atas tanah tersebut (status quo). Imbauan itu dituangkan secara tertulis dalam kesimpulan rapat yang disetujui beberapa pihak seperti, Endro Suswantoro Yahman (Anggota Komisi II DPR RI), Supardy Marbun (Kementerian ATR/BPN), Hamartoni Ahadis (Sekdaprov Lampung), Armin Hadi (Kelompok Masyarakat Sadar Tertib Tanah/Pokmas ST-2) dan Eko Subowo (Direktur Jenderal Bina Adimistrasi Kewilayahan).

Namun kendati telah ada kesepakatan dan imbauan dari Kemendagri soal sengketa lahan Way Dadi, Pemprov Lampung melalui Pj.Sekdaprov Fahrizal Darminto justru mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan hati masyarakat Way Dadi.  Melalui media massa Fahrizal beranggapan jika yang bermukim di atas tanah Way Dadi adalah masyarakat ilegal. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar