Politisi PKB Benarkan Kobohongan Tim Arinal-Nunik di Way Kanan

Rabu, 21 Maret 2018

Way Kanan (Lampung Centre) – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Way Kanan Abu Setiawan beberkan fakta kebohongan yang diduga dilakukan tim pemenangan Gagub-Cawagub Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik) agar masyarakat mendatangi kampanye terbuka yang digelar di lapangan Kampung Umpu Bhakti, Minggu (18/3) lalu.

Dirinya menjelaskan, jauh sebelum kampanye dimulai tim pemenang Arinal – Nunik sudah memberi arahan agar para tim menginformasikan kepada masyarakat bila kampanye pasangan nomor urut 3 itu akan dimeriahkan Ustadz Solmed. Namun kenyataanya, hanya Arinal yang hadir.

Karena dasar itulah, masyarakat Way Kanan merasa kecewa terhadap Arinal – Nunik beserta tim pemenangan dianggap berbohong. Meskipun pada kegiatan kampanye, Calon Gubernur Arinal Djunaidi sudah meminta maaf kepada warga Blambanganumpu soal batalnya kehadiran Ustaz Solmed hadir di Lapangan Umpu Bhakti.

“Benar saat kampanye pak Arinal sudah minta maaf ke warga karena Ustaz Solmed ga bisa hadir karena beliau (Ustaz Solmed) kabarnya sedang di Taiwan,” ujar politisi PKB Waykanan, Abu Setiawan, Selasa (2/3) malam.

Dirinya mengatakan, kabar kampanye akan dimeriahkan Ustadz Solmed disampaikan langsung dari tim pemenangan Arinal – Nunik tingkat provinsi dan setempat.

“Saya memahami kekecewaan warga. Konfirmasi kedatangan Ustaz Solmed itu langsung dari Tim Kampanye Provinsi dan Kabupaten dan itu sudah diagendakan, kita di Waykanan selaku tuan rumah hanya menjalankan instruksi,” kata Abu.

Abu Setiawan mengaku tidak dilibatkan secara resmi pada tim kampanye Arinal-Nunik, tapi sebagai loyalis Nunik dirinya tetap membantu menyukseskan pelaksanaan kampanye seperti menyiapkan tenda dan kebutuhan kampanye lainnya.

“Jadi meskipun saya tidak resmi masuk tim, saya tetap loyal dan bertanggung jawab terhadap calon yang diusung oleh partai kami yaitu Nunik,” kata Abu.

Rencananya, kampanye itu selain dihadiri Ustaz Solmed juga pasangan Arinal Nunik. Tapi pada pelaksanaannya yang hadir hanya Arinal.

Permintaan maaf Arinal atas ketidakhadiran Ustaz Solmed juga diungkapkan warga yang hadir pada kampanye itu.

“Ustaz Solmed diundang ke Taiwan oleh orang yang lebih penting.  Jadi, tidak bisa hadir di sini (Waykanan),” kata warga, yang enggan disebutkan identitasnya.

Perempuan paruh baya itu mengetahui bahwa kampanye tersebut bakal dihadiri Ustaz Solmed melalui pengajian yang diikutinya beberapa hari sebelum pelaksanaan kampanye.

“Beberapa hari sebelum kampanye, jemaah pengajian dapat pemberitahuan bahwa kampanye tersebut akan dihadiri Ustaz Solmed. Saya malah udah beli baju baru untuk nonton, tapi Ustaz Solmed enggak jadi datang. Rugi saya,” cetus warga tersebut.

Usai kampanye dia mengaku diberi kaos dan kalender bergambar paslon nomor urut 3, Arinal-Nunik serta makanan ringan.

Senada dikatakan warga lainnya. Dia membenarkan pihak panitia memberitahukan bahwa kampanye tersebut bakal dihadiri Ustaz Solmed. “Bener ko, panitianya bilang Ustaz Solmed mau dating. Tapi, faktanya enggak datang. Kalau mau kampanye jangan muluk-muluklah. Apa adanya aja,” ungkapnya kesal.

“Yang kasian ibu-ibu yang hadir, sudah bawa anak 2, sampai lokasi kampanye ternyata Ustaz Solmed enggak dateng, lalu pergi lagi,” ungkapnya.

Bahkan dia menyebutkan ada warga yang datang jauh-jauh datang dari SP-2 dan SP-3 dengan menyewa mobil hanya untuk melihat Ustaz Solmed, tapi harapan itu berbuah kekecewaan.

Ketua Tim Pemenangan Arinal – Nunik, Toni Eka Chandra tampak membantah adanya dugaan pembohongan yang dilakukan jajarannya ketika kampanye di Kabupaten Way Kanan.

“Harus ada buktinya bahwa Tim Kerja Pemenangan Kabupaten Way Kanan menyatakan ada si A atau si B, bukan Hoak, dalam bentuk Undangan atau selebaran. Karena yang mengatur Kampanye dan Juru Kampanye (Jurkam) kami dari Tim Kerja Pemenangan Provinsi. Kita harus sudah memulai membangun Demokrasi yang elegan, santun, beretika dan bermartabat,” terang Toni Eka Chandra dalam grup WhatsApp, kemarin. (*/Dbs/Septa)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar