Produksi Padi Lampung Meningkat

Kamis, 03 Maret 2016
Asisten II Bidang Ekbang Setda Provinsi Lampung, Adeham didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Lana Rekyanti saat memberikan materi pada Musrembang pertanian di BPP Lampung. Foto: Humas Pemprov Lampung

Lampung Centre – Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan produksi padi. Hal ini untuk mewujudkan Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan bumi agribisnis.

Asisten II Bidang Ekbang Setda Provinsi Lampung, Adeham mengatakan, produksi padi Lampung tahun 2015 sebanyak 3.641.767 ton gabah kering gilin (GKG). Ada peningkatan 9,69 %  dibandingkan tahun 2014  sebesar 321.703 Ton (GKG). Sedangkan bila dilihat dari indikator tingkat pendapatan melalui nilai tukar petani (NTP), menunjukkan kinerja  sangat baik, yaitu sebesar 103,68. “Kinerja pembangunan sektor pertanian khususnya padi beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan, baik dilihat dari sisi produksi maupun dari indikator ingkat pendapatan melalui nilai tukar petani,” jelas Adeham pada  musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrembang) pertanian tanaman pangan dan Hortikultura di ruang rapat Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Kamis (3/2/2016).

Menurut Adeham, peningkatan produksi padi berdampak langsung terhadap perekonomian sebagian besar masyarakat Lampung.  Musrenbang ini diharap dapat mengidentifikasi permasalahan, peluang serta langkah dan upaya yang akan dilakukan pada tahun-tahun mendatang secara lebih konkrit. “Ini salah satu upaya pemprov mensejahterakan masyarakat dari sektor pertanian,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Lana Rekyanti menjelaskan, bahwa sumbangan sektor pertanian terdapat pembentukan PDRB Provinsi Lampung pada tahun 2014 sebesar 36,55%. Kemajuan pembangunan sektor pertanian menjadi sangat penting terhadap pembangunan daerah secara umum. Selain itu, Lana meneruskan, bahwa terdapat revisi kesatu DIPA APBN Lingkup Ditjen Tanaman Pangan tahun 2016. Hal yang mendasar dalam revisi tersebut adalah terdapat beberapa DIPA TP kabupaten dilebur menjadi TP provinsi. “Usulan kami ke Dirjen Tanaman Pangan untuk tetap mendelegasikan kewenangan kepada kabupaten/kota hanya disetujui sebagian, sehingga DIPA TP mandiri tahun 2016 hanya untuk tujuh kabupaten, sedangkan kabupaten/kota lainnya masuk menjadi TP Provinsi,” ujarnya.

Kabag Humas Pemprov Lampung, Heriyansyah menambahkan, hadir dalam acara ini  diantaranya Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Hortikultura Purnomo Nugroho dan Kepala Bagian Perencanaan Ditjen TP Gatut Sumbogodjati, serta kepala SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. (Rls/Red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar