Program Kapolda Lampung Akan Jadi Percontohan

Jumat, 25 Maret 2016
Kapolda Lampung Ike Edwin ketika berkantor di lapangan Saburai. Foto: ist

Lampung Centre – Kegiatan Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Ike edwin yang kerap berkantor di luar Mapolda Lampung kemungkinan akan dijadikan percontohan yang nantinya bisa dilakukan para pejabat di daerah lain.

Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Hadi Nugroho mengatakan pihaknya akan mengkaji bersama Kemenpan-RB, Irwasum, Kompolnas serta jajaran lainnya di Jakarta setelah kembali dari Lampung.

“Ini sangat luar biasa, jadi akan kami kaji kemungkinan menjadi percontohan oleh pejabat di daerah-daerah lainnya se-Indonesia,” kata Hadi Nugroho, seperti yang dilansir Antara, kemarin (24/3).

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Noviana Andriana mengatakan hal serupa bahwa kegiatan berkantor di luar yang dilakukan oleh Kapolda Lampung itu merupakan salah satu wujud reformasi birokrasi.

“Ini salah satu inovasi baru yang dilakukan oleh Polda Lampung dengan Kapolda secara langsung dapat ditemui oleh masyarakat yang hendak melapor atau bahkan sekadar bertemu sapa,” kata dia pula.

Sesuai Program Nawacita Presiden Joko Widoro, Andriana melanjutkan, bentuk keterbukaan informasi publik ini merupakan hal baru sehingga tanpa adanya batasan masyarakat bisa langsung bertatap muka untuk menyampaikan berbagai keluhan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, saya harap Polda Lampung dapat terus melaksanakannya dan tidak berhenti memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Provinsi Lampung,” ujar dia lagi.

Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengharapkan agar kegiatan ini dapat menjadi percontohan.

“Kita bisa lebih memahami apa yang diinginkan oleh masyarakat, dan sebagai pelayan masyarakat saya juga ingin memberikan yang terbaik serta memperbaiki kinerja jajaran hingga di tingkat bawah,” kata Kapolda pula.

Ia menjelaskan, selama empat kali berkantor di luar Mapolda Lampung sudah ada kurang lebih 150 laporan masyarakat dan belum tentu didapatkan kalau hanya berada di mapolda saja.

“Laporan-laporan yang mungkin saya tidak akan tahu kalau hanya berkantor di Polda bisa diperoleh karena memang masyarakat secara langsung menyampaikan secara langsung,” kata dia lagi.

Dia berjanji akan menindak tegas apabila ada jajarannya yang menghalang-halangi warga yang ingin melaporkan persoalannya di posko pengaduan terbuka itu. (Ant/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar