Proses KTP-el di Tanggamus Bermasalah, Ini Alasan Kadis

Minggu, 06 September 2015
Gambar: E-KTP. Sumber: Net

Kota Agung, Lampung Centre – Program KTP-elektronik (KTP-el) di Kabupaten Tanggus sampai saat ini belum berjalan secara maksimal. Hal tersebut terbukti lantaran pelayanan perekaman dan cetak pada 20 Kecamatan di Kabupaten Tanggamus sementara ini tidak bisa di lakukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Irsan Rianto beralasan, pelayanan itu mandek karena ada kerusakan pada komputer server yang ada di kementerian, dan itu sudah berlangsung terhitung sejak 25 Agustus lalu. Sementara keterangan rusak diberitahukan melalui surat resmi yang selanjutnya diteruskan ke kecamatan-kecamatan.

“Jadi sekarang ini untuk perekaman dan pencetakan KTP-el tidak bisa dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan. Jika nanti sudah bisa lagi, akan dikirimkan surat resmi lagi,” katanya, belum lama ini.

Ia pun mengaku dengan kerusakan komputer server di pusat maka dampaknya di rasakan di kabupaten/kota. Sebab data dari daerah tidak bisa diterima oleh pusat. Sedangkan untuk pelayanan KTP-el perlu validasi ke pusat.

Tujuanya untuk pengecekan ada tidaknya data ganda dari pembuat KTP-el tersebut. Begitu juga dengan penyetakan KTP-el, sebab agar bisa tercetak harus mengecek dulu calon pemilik KTP sudah pernah memiliki KTP-el ataupun belum sebelumnya.

“Jadi untuk perekaman tidak bisa, untuk penyetakan juga tidak bisa. Sebab semua data base pelayanan KTP-el menginduknya ke pusat, kalau di sana tidak bisa dioperasionalkan maka di sini tidak bisa melakukan pelayanan,” terang Irsan.

Ia mengaku sampai saat ini data perekaman untuk Kabupaten Tanggamus sudah mencapai 69 persen dari 469.568 masyarakat yang wajib KTP. Dan dari jumlah itu saat ini sudah tercetak 263.217 keping KTP-el. Namun dengan adanya masalah ini membuat target perekaman jadi terhambat, begitu juga dengan penyetakan kartunya.

Sedangkan sampai akhir tahun ini lanjut Irsan, perekaman harus selesai 100 persen sebab KTP sistem administrasi kependudukan (SIAK) sudah tidak berlaku lagi. Irsan juga mengaku, jika dari kerusakan tersebut sementara ini Disdukcapil Tanggamus hanya dapat menerbitkan surat keterangan identitas. Namun ini pun sifatnya bukan KTP melainkan hanya surat keterangan bahwa masyarakat tersebut datanya sudah ada di disdukcapil dan telah memiliki nomor induk kependudukan. “Jadi unsur pelayanan tetap jalan, kami tidak ingin gara-gara kerusakan di pusat pelayanan jadi terganjal,” kata Irsan.

Meski sudah diputuskan menerbitkan surat keterangan, namun penerbitannya terbatas. Itu dibolehkan hanya untuk keperluan yang mendesak, seperti mengurus Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pelayanan di rumah sakit, puskesmas, serta membayar pajak kendaraan bermotor. Dan terhitung sejak 25 Agustus sudah diterbitkan 117 surat keterangan. “Kami tidak terbitkan surat jika hanya sekedar ingin punya identitas, sebab antisipasi jika disalahgunakan,” ungkap mantan Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Tanggamus itu.

Dan sejauh ini pihak BPJS, Polres Tanggamus sebagai instansi lain yang mensyaratkan kartu identitas bisa menerima. Dan jika ada masyarakat yang ditolak silahkan melapor ke Disdukcapil Tanggamus. “Dulu pernah ada pihak puskesmas komplain, tapi kami jelaskan akhirnya bisa menerima,” sambung Irsan.

Meski tidak bisa melayani KTP-el, namun untuk pelayanan lainnya tetap bisa, seperti membuatan kartu keluarga (KK), akta kelahiran, dan surat keterangan pindah. Dalam hal ini yang dipentingkan masyarakat memiliki NIK hasil dari pembuatan KK. Jika sudah punya NIK maka bisa saja minta surat keterangan identitas untuk keperluan mendesak. “Kalau untuk menerbitkan NIK, kami bisa sebab setiap kabupaten kota punya kode wilayah masing-masih, tidak perlu terkoneksi ke pusat,” tandas nya. (Rino/Septa/LC)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar