Proyek Reklamasi Tanggamus Dilaporkan Ke Pihak Berwajib

Jumat, 03 Juni 2016
Gambar ilustrasi. Sumber: Ist

Lampung Centre – Kegiatan pengerukan pantai milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tanggamus tahun 2015 di Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung ternyata telah dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Aspirasi Masyarakat Lampung (LSM AMAL) kepada pihak berwajib.

Ketua DPC LSM AMAL Kabupaten Tanggamus, Junaidi mengatakan laporan tersebut dikirim ke Polres Tanggamus, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus serta ditembuskan ke Bupati, Polda, dan Kejati Lampung, karena diduga telah terjadi pelanggaran hukum pada pekerjaan Rp4 miliar lebih terebut.

“Selasa kemarin (31/1), kita telah melayangkan surat pengaduan kepada pihak berjawib dan ditembuskan juga ke beberapa lembaga terkait soal kegiatan reklamasi itu,” kata Junaidi, Jum’at (3/6).

Dilaporkan proyek tersebut ke pihak berwajib, kata dia, karena hampir semua masyarakat yang berada di lokasi pekerjaan merasa sangat terganggu dengan dampak yang hasil kegiatan reklamasi. Selain itu, jika dilihat dari proses perncanaan kegiatan tersebut diduga telah terjadi permainan antara pihak rekanan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Tanggamus.

“Jika dilihat dari proses prencanaan kegiatan pekerukan pantai itu menggunakan sistem pemilihan langsung, bukan lelang umum. Ini patut dicurigai adanya permainan yang dilakukan antara Dinas Kelautan dan Perikanan dan pihak rekanan yang mengerjakan pekerjaan tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga menduga telah terjadi praktek korupsi lantaran pihak rekanan tidak mengerjakan pekerjaan tersebut sampai tutas. Sehigga dirinya meminta agar aparat penegak hukum dapat mengusut permasaahan reklamasi ini hingga tuntas.

“Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut adanya dugaan korupsi pada kegiatan tersebut, karena hasil pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan sangat jauh dari standar acuan pengerukan dalam peraturan menteri,” tegasnya. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar