Pungli Parkir Transmart, DPRD Curiga Oknum Dishub Ikut Bermain

Selasa, 16 Januari 2018
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Ibrahim. (foto: net)

Lampung Centre – Dugaan pungutan liar (pungli) parkir pusat perbelanjaan dan wahana bermain Transmart Way Halim harus disikapi secara serius. Sebab selain meresahkan masyarakat karena pengakibatkan kemacetan di Jalan Sultan Agung-Ryacudu, hal tersebut merupakan tindakan pelanggaran hukum.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Wahyu Lesmono meminta Dinas Perhubungan tidak buang badan melihat persoalan yang sangat meresahan masyarakat ini. Dishub harus melakukan sweeping petugas atau juru parkir dan menangkap oknum yang mengeluarkan karcis dengan mengatasnamakan pemerintah dan menarik uang Rp10 ribu perkendaraan.

“Ya patut dicurigai juga lah, masak ada karcis parkir yang atas nama Dishub, jangan-jangan ini ada oknum pegawai yang nakal meraup keuntungan pribadi. Kepala Dinas Juga harus melakukan monitoring pegawainya, bila perlu evaluasi dulu kepala UPTD parkir, karena selain banyak pungli parkir, ada kebocoran pendapatan dari sektor parkir di 2017,” ujar Wahyu Lesmono, Senin (15/1).

Bukan hanya dugaan pungli parkir yang terjadi, juga kendaraan yang parkir di tepi jalan seputaran Jalan Arif Rahman Hakim-Sultan Agung, mall Transmart, menimbulkan kemacetan dan karena itu, Dishub juga harus menertibkan kendaraan yang parkir tersebut karena mengganggu dan mempersempit jalan.

“Kepala Dishub harus bertindak tegas, kalau anak buah atau atasnya gak becus ya evaluasi saja, biar keluhan masyarakat bisa tertawa,” tandasnya.

Sementara, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Peraturan Daerah (Perda) Pola Transprotasi Angkutan Umum Imam Sontoso merasa geram dan mendesak sesegera mungkin Dishub dapat bertindak tegas melihat permasalahan itu, ironisnya oknum parkir liar pun memakai bahu jalan Arif Rahman Hakim, Way Halim, Kota Bandarlampung.

“Kami meminta agar Dishub Bandarlampung supaya sesegera mungkin dapat bertindak tegas dengan adanya parkir liar apa lagi mereka mengkenakan karcis palsu mengatas namakan Dishub, ” kata Imam Santoso.

“Didalam Perda sudah jelas, parkir tidak diperbolehkan berdiri diatas trotowar atau pun dibahu jalan, dan tarif parkir baik roda dua atau roda empat pun sama saja diharga Rp 2 ribu,” jelas Imam.

Atas dasar itu, apa pun dalihnya. Dishub diminta bertindak tegas adanya peredaran karcis parkir palsu di Jalan Arif Rahman Hakim.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Parkir Afrully menegaskan, melihat peredaran karcis parkir palsu itu pihaknya telah melayangkan rusat teguran kesemua juru parkir ilegal yang berada dijalan Arif Rahman Hakim.

“Sudah kami layangkan surat teguran untuk tugu parkir ilegal yang membuka lapak di Jalan Arif Rahman Hakim,” kata dia.

Namun, hingga surat teguran itu telah dilayangkan. Namun praktik parkir liar masih beroprasi bebas diruas Jalan Arif Rahman Hakim. “Iya masih ada, ini kami mau melayangkan surat teguran lagi,” jelasnya. (*/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar