Register I Way Pisang akan Dijadikan Kawasan Industri

Sabtu, 16 Januari 2016

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, Tony Unma Lumban Tobing saat rapat pembahasan kawasan industri di Register I Way Pisang. foto: humas pemprov lampung

 

Bandar Lampung, LC- Rencana Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Register I Way Pisang Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan sebagai kawasan industri semakin menemukan titik terang.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, Tony Unma Lumban Tobing menjelaskan, Pemprov rencananya akan melakukan tiga tahap untuk merealisasikan pembangunan kawasan tersebut. Tahap pertama merupakan tahap pengalihan lahan dan persiapan dana pembebasan lahan. Selanjutnya tahap dua merupakan tahap untuk perluasan kawasan industri dan tahap tiga merupakan tahap pembangunan pelabuhan  pendukung kawasan industri di Desa Ruguk Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini diawali dengan penyusunan kajian teknis pelabuhan dan kajian teknis reklamasi pantai oleh Dinas Perhubungan Provinsi Lampung.

“Langkah-langkah dalam tahapan ini masih pengajuan dari kami (Dinas Perindustrian). Hal ini masih akan dibicarakan lebih lanjut dalam rapat ini. Sehingga dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi untuk kemudian di ekspose kepada pak gubernur,” jelasnya Senin (11/1).

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Sutono menjelaskan, selain mempersiapkan tahap-tahap perencanaan pembangunan kawasan industri, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah terkait permasalahan pendanaan dan menentukan nilai jual dalam kawasan industri tersebut.

“Pemerintah Provinsi Lampung telah membentuk tim yang ahli dalam pelaksanaan pembangunan kawasan industri. Namun yang perlu menjadi pertimbangan matang adalah terkait masalah kesiapan dana serta arah dan nilai jual yang ada dalam kawasan industri tersebut. Sehingga dalam rapat ini akan dibicarakan bersama terkait hal-hal tersebut,” ujarnya.

Diinformasikan oleh Karo Humas dan Protokol Bayana sesuai arahan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, pembangunan kawasan industri diharapkan dapat mendongkrak perekonomian serta memajukan daerah disekitarnya, yang kemudian ditindaklanjuti dengan diterbitkannya SK Gubernur Lampung No. G/89/III.12/2015 tanggal 24 Februari 2015 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Provinsi Lampung.

“Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden RI pada Ground Breaking Jalan Tol Trans Sumatera di Desa Sabah Balau Kabupaten Lampung Selatang agar Pemerintah Provinsi Lampung dapat meningkatkan pemanfaatan Jalan Tol Trans Sumatera untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan pembangunan industri di Provinsi Lampung”, jelasnya.

Ditambahkan oleh Kabag Humas Heriyansyah, Pemerintah Provinsi Lampung juga akan membangun dua kawasan industri lainnya yakni Kawasan Industri Maritim (KIM) di Tanggamus dan Kawasan Industri yang terkoneksi dengan pembangkit listrik Batubara Mulut Tambang dan pelabuhan di Mesuji. Selain itu juga akan melakukan pengembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) di kawasan Sribawono, Lampung Selatan dan sekitarnya. Dalam rapat ini turut hadir sejumlah Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. (rls/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar