Rekanan Beberkan Bukti Jual-Beli Proyek di Dinas Bina Marga

Selasa, 06 Juni 2017
Gambar Ilustrasi (Sumber: Ist)


Lampung Centre – Praktek jual beli proyek pemerintah di Dinas Bina Marga Provinsi Lampung nampaknya bukan sekedar isu. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya beberapa kwitansi yang ditandatangani oleh sejumlah orang yang disinyalir memiliki kedekatan emosional dengan Sekretaris DBM Provinsi Lampung Rony Witono.

Kwitansi-kwitansi terkait jual beli paket atau uang setoran tersebut bernilai variatif,  diantaranya Rp50 juta,  Rp25 juta, Rp67 juta,  Rp5 juta,Rp 20 juta dan lainnya. Kwitansi itu diduga ditandatangani oleh supir pribadi Sekretaris DBM Provinsi Lampung Rony Witono dengan inisial Ya, ajudan pribadi Sekretaris DBM Provinsi Lampung Rony Witono dengan inisial En, serta orang kepercayaannya dengan inisial Is.

Seorang rekanan DBM Provinsi Lampung yang namanya minta diinisialkan, Bu mengatakan, pada tahun 2015 dan 2016 dia menyerahkan sejumlah uang pada Is Rp 50 juta untuk kegiatan pengerjaan drainase dan talud di DBM. Kemudian Rp 20 juta dan Rp 5 juta pada En yang disaksikan langsung oleh Ya.

“Saya pegang bukti-buktinya.  Baik kwitansi maupun rekaman. Jika komunikasi tentang paket saya langsung dengan Pak Rony Witono. Tapi untuk uang setoran yang ambil sopirnya atau ajudannya yakni Ya dan En, atau orang kepercayaannya Is yang dibuatin kantor di Keramat oleh Rony. Tentu semuanya atas perintah pak sekretaris,” tegasnya.

 

Pak Rony Witono jangan munafik dan pura-pura tidak tau, sambung By. Di DBM paket itu dijual sebesar 10-20 persen dari nilai pagu kegiatan. Jadi wajar kalo jalan-jalan yang sudah diperbaiki kualitasnya buruk. Karena pemborong sudah kalah duluan.

“Saya gak ada urusan,  saya siap dibawa ke pihak yang berwajib, kejaksaan atau kepolisian. Saya siap dikonfrontir dengan mereka,” tegasnya. Senin 29 Mei 2017.

Sementara itu,  Sekretaris DBM Rony Witono membantah dugaan uang setoran proyek yang melibatkan namanya tersebut. Namun dirinya tidak membantah jika Ya dan En adalah sopir pribadi dan ajudannya.

“Di kwitansi tersebut kan bukan atas nama saya,  jadi silahkan saja konfirmasi pada yang bersangkutan,  yang jelas saya membantah,” tutupnya, Selasa 30 Mei 2017.

Terpisah, saat ditemui di kantor DBM Provinsi Lampung Ya dan En turut membantah dugaan jual beli paket yang melibatkan mereka berdua. Namun demikian Ya membenarkan jika ada praktik setoran di dinas yang di kepalai oleh Budi Darmawan tersebut, hanya saja tidak melalui dirinya atau En.

“Demi Allah yang ada di kwitansi ini bukan tanda tangan saya.  Silahkan di cek di KTP dan SIM saya, beda kan. Saya gak pernah main-main paket meski saya sudah lama ikut pak Rony. Kalo setoran memang ada di Bina Marga,  tapi gak pernah lewat saya,” tuntasnya. (Septa Herian Palga)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar