Retak Sebelum Digunakan, DPRD Takut Flyover MBK Ambruk

Senin, 30 Oktober 2017
Terlihat seperti retakan pada badan flyover MBK sepanjang lima sampai sepuluh meter meski belum digunakan pengendara. (Foto: Lampung Centre)

Lampung Centre – Pembangunan jembatan layang (flyover) Jalan Teuku Umar – Z.A. Pagar Alam senilai Rp49.8 miliar terindikasi dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan. Hal dikarenakan jembatan yang belum digunakan pengendara itu sudah terlihat retakan dibeberapa bagian.

 

Terkuaknya dugaan kelalaian pada pengerjakaan pada proyek flyover di depan pusat perbelanjaan Mall Boemi Kedaton (MBK) itu bermula ketika Komisi III DPRD Bandar Lampung meminta penjelasan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung terkait pembangunan beberapa flyover di Bandar Lampung, Senin (30/10).

 

Dalam rapat yang berlangsung terbuka itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Achmad Riza mengatakan, dalam peninjauan langsung yang mereka lakukan beberapa waktu lalu, pihaknya mendapati  ada retakan pada konstruksi sambungan beton di fly over Mal Boemi Kedaton tepatnya yang berada di depan Gang Balau, Kedaton, Bandar Lampung.

 

“Kita minta dinas PU mengcek retakan konstruksi. Ini sebagai antisipasi agar kasus  konstruksi  fly over yang roboh di Jawa Timur tidak terjadi di Lampung,” tegasnya.

Kondisi seperti retakan di sisi kanan flyover MBK. (foto: Lampung Centre)

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, Dinas PU juga mesti memperhatikan jalan di samping kiri-kanan flyover, karena disampiung jalan belum memadai dan aspal jalan belum mulus.

 

“Itu kan penyempitan jalan, karena pembangunan fly over, coba kasih tau pemborongnya supaya memperbaiki lagi jalannya. Karena jalan masih banyak yang berlubang, itu nantikan juga bisa menghambat laju arus kendaraan, kalau jalan mulus kan gak terlalu macet nantinya,” paparnya.

 

Komisi III juga menghimbau kepada Dinas PU agar melakukan pengawasan lebih terhadap pembangunan flyover MBK, Kemiling, dan Pramuka.

 

“Ya diawasi secara amksimal, jangan sampai ada pembangunan menggunakan besi banci, karena ada selentingan pakai besi banci, coba di cek dan diawasi, nanti fatal akibatnya,” jelasnya.

Kondisi seperti retakan di sisi kanan flyover MBK. (foto: Lampung Centre)

Di samping itu, Politisi Golkar Yuhadi menambahkan, banyak proyek di Dinas PU tanpa plang proyek. Terlebih pembangunan tiga flyover yakni Jalan Teuku Umar – ZA Pagar Alam, Jalan Pramuka dan di Kemiling, ketiganya tanpa plang proyek.

 

“Kenapa semua plang proyek di kota ini nggak ada, tiga flyover ini juga nggak ada plang, kalian kan tau bahwa itu melanggar aturan yang ada, apa kalian takut nilainya diketahui orang banyak. Nanti kami akan turun ceklangsung, ke lapangan,” ucapnya.

 

Sementara, Plt kadis PU Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan membanatah tudingan DPRD jika pembangunan flyover ada patahan di sisi kanan, tepatnya di depan Maruman Siger. “Nggak ada pataha-patahan itu, hari ini juga nanti kan di cek langsung oleh Pak Syamsul, biar jelas,” ujar Iwan Gunawan.

 

Kabid Sumber daya Air (SDA) Syamsul menjelaskan, jika pembangunan Flyover MBK tidak ada masalah. “Mungkin hanya sambungan biasa, bukan patah, nanti kita cek lah di sana depan MBK,” tandasnya, dengan nada yang enteng seolah meremehkan kejadian yang ada di lapangan.

Kondisi seperti retakan di sisi kanan flyover MBK. (foto: Lampung Centre)

Sementara itu berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan awak media, diketahui tampak seperti ada setidaknya dua retakan pada bagian sisi sebelah kanan badan Flyover MBK dengan bentuk retakan melintang sepanjang lima sampai sepuluh meter.

 

Retakan pertama, berada tepat di depan Gg Balau dan tampak ditutupi menggunakan adukan semen. Sementara retakan kedua berada di depan warung jamu Cak Umar. (Septa Herian Palga)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar