Ribuan Massa Kembali Gelar Aksi Untuk Selamatkan Lampung Lima Tahun

Senin, 16 Juli 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Ribuan massa yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) kembali menggelar aksi di depan kantor Gakkumdu provinsi Lampung, Senin (16/7).

Aksi ini kembali menuntut para penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) nomor urut tiga Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik) dan menggelar pilgub ulang.

Koordinator aksi Rifki Indrawan menyebut bahwa PT Sugar Grup Companya (SGC) masih menginjak-injak tanah Lampung, baik sistem pemerintahan hingga perekonomian. Kedepannya, ia menilai Lampung bakal dikuasai oleh PT SGC melalui Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim.

“Arinal-Nunik cuma kacung SGC yang sudah berbuat dzolim, mengacak-acak rakyat Lampung. Bahkan sudah mengadu domba masyarakat. Bagi-bagi duit yang dilakukan tim Arinal-Nunik sudah terlihat dimana-mana, tetapi Bawaslu tidur, hanya menerima laporan dan makan gaji buta saja,” kata Rifki saat orasi, Senin (16/7).

PT SGC sudah merampas tanah di Lampung. Bisa jadi, kata dia, ke depannya Lampung keseluruhan akan ditanami tebu.

“Ke depan, Lampung bukan tanah lada lagi, tetapi tanah tebu. Kami minta jangan sampai SGC mengacak-acak Lampung. Karena SGC sudah meracuni rakyat Lampung,” ucapnya.

Sementara itu, Rakhmat Hussein salah satu koordinator lapangan, pergelaran pilgub Lampung telah dinodai oleh politik uang pasangan calon nomor urut tiga Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim.

Oleh karena itu, sebagai rakyat Lampung harus memiliki semangat untuk mempertahankan bumi Lampung dari penjajahan PT SGC.

“Aksi kita ini untuk mempertahankan nasib rakyat Lampung untuk lima tahun kedepan dari penjajahan PT SGC.Oleh karena itu, dengan kekuatan rakyat maka kita harus bersungguh-sungguh menghadang Arinal -Nunik agar didiskualifikasi dan pilgub ulang kedepannya,”ungkapnya.

Saat ini, PT Sugat grup Company (SGC) hampir menguasai 200 ribu hektar tanah di Bumi Ruwa Jurai. Akan tetapi, ia menilai bahwa hanya sekitar 60 persen tanah saja yang membayar pajak. “Harusnya ini merupakan hak rakyat Lampung,”ucapnya.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Lampung, Iskardo P Panggar menyampaikan bahwa bahwa sidang yang digelar ini merupakan agenda penyampaian kesimpulan pihak pelapor dan terlapor atas proses selama persidangan yang berlangsung sejak tanggal 6 Juli – 14 Juli 2018.

Pihaknya akan memutuskan hasil sidang laporan dugaan money politic yang dilakukan Arinal-Nunik, pada Kamis (19/7) mendatang.

“Sidang selanjutnya Kamis, dengan agenda pembacaan putusan, dan kepada pihak pelapor dan terlapor kami tidak mengundang secara tertulis. Kita akan bacakan pada kamis 19 juli 2018 sekitar pukul 10.00 WIB,” Katanya. (Tm/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar