Ribuan Warga Aksi Menolak Sertifikasi Lapangan Way Dadi

Selasa, 04 September 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Perwakilan masyarakat dari tiga keluarahan yakni, Kelurahan Way Dadi, Way Dadi Baru dan Harapan Jaya, Sukarame, menggelar aksi longmarch menolak perampasan fasilitas umum (fasum) lapangan Way Dadi dengan modus disertifikat atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung. Longmarch dilakukan ribuan warga dari lapangan Way Dadi hingga depan pintu gerbang Kampus UIN Raden Intan.

Menurut warga, pemerintah kota Bandar Lampung tidak memiliki kewenangan untuk menjadikan lapangan Way Dadi yang telah digunakan masyarakat sebagai fasum selama berpuluh-puluh tahun untuk disertifikat dan dijadikan sebagai aset Pemerintah Pota Bandar Lampung.

“Itu adalah fasilitas umum milik warga way dadi, jangan biarkan diambil alih oleh pemkot melalui tangan Bapak Walikota Herman HN,” seru salah satu Ibu-Ibu dalam orasinya dari mobil komando, Selasa (4/9).

Para perwakilan masyarakat dari tiga kelurahan di Kecamatan Sukarame juga khawatir jika kebijakan yang dilakukan walikota Herman HN itu dibiyarkan, bukan tidak mungkin seluruh fasum dan fasos lain yang berdiri di lahan way dadi juga akan dirampas Pemkot Bandar Lampung.

Sementara Koordinator Masyarakat Way Dadi Induk, Subhan, Pemerintah Kota Bandar Lampung jangan menyengarkan masyarakat dengan merampas salah satu fasilitas umum milik rakyat Way Dadi.

Warga khawatir setelah disertifikat dan menjadi aset pemerintah, lapangan Way Dadi akan dialihfungsikan untuk kepentingan bisnis seperti tanah hutan kota.

“Sudah banyak contohnya, tidak usah saya sebutkan satu persatu. Salah satunya lahan hutan kota yang saat ini sudah berdiri pusat perbelanjaan,” terang Subhan. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar