Lampung Centre - Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo berterimakasih' />

Ridho Ucapkan Terimakasih Kepada NU

Kamis, 29 Desember 2016
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo berterimakasih atas peran serta alim ulama, para kiyai-kiyai NU dalam membina umat. Foto; Humas Pemprov Lampung

Lampung Centre – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo berterimakasih atas peran serta alim ulama, para kiyai-kiyai NU dalam membina umat, memelihara persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa di Provinsi Lampung. Hal itu menurut Karo Humas dan Protokol Bayana disampaikan ketika beraudiensi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW. NU) Lampung yang dipimpin Ketua KH. Soleh Bajuri dan jajaran,  di ruang kerjanya,  Rabu  (14/12).

“Pemerintah Provinsi Lampung tentu tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun Lampung, dibutuhkan peran serta seluruh komponen termasuk NU dan seluruh warga masyarakat. Banyak hal yang harus mendapat masukan dan saran dari ulama terkait pembangunan. Pembangunan tidak hanya fisik, namun lebih dari itu pembangunan mental spiritual juga penting,” ujar Gubernur.

Dalam tatap muka tersebut Gubernur juga mengapresiasi NU yang telah teruji dalam menjaga keutuhan NKRI. Selain membina moral bangsa NU juga memperkokoh kerukunan dan persatuan Republik Indonesia. “Mulai dari Republik belum berdiri hingga Negara kita merdeka dengan anugrah saling menghargai perbedaan dalam bingkai kebhenika Tunggal Ikaan,” ungkap Ridho Ficardo.

Dilanjutkan Gubernur, dirinya  juga mendukung NU, Pondok Pesantren, para Ulama/Kiyai, Santri untuk istiqomah menjadi garda terdepan memperkokoh Negara Indonesia agar tetap utuh, serta Indonesia lebih maju dan disegani oleh Negara Lain. “Mohon Doa seluruh Ulama dan masyarakat agar Lampung berhasil lebih maju dan sejahtera,” ungkap  Gubernur yang diamini oleh Pengurus Wilayah NU Lampung.

Sementara itu Arianto Munawar Sekretaris PW NU Lampung, juga menjelaskan mengenai komitmen NU terhadap pemerintah. NU berkewajiban membumikan Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam Indonesia yang penuh rahmah bukan Islam yang penuh marah, Islam yang menyejukan namun tetap menjaga nilai-nilai aqidah.” Islam hidup berdampingan saling mengingatkan dan bergandengan, Islam menghargai demokrasi dan tolerensi tanpa menggadaikan iman kita,” ujarnya.

Karo Humas & Protokol Bayana menambahkan, dalam audiensi tersebut diinformasikan  pula PWNU Lampung akan menggelar lailatul ijtima (malam perkumpulan) di kantor PWNU Lampung, Jalan Cut Mutia, Teluk Betung Utara, Bandarlampung, Minggu (18/12) malam. Acara tersebut rutin dilakukan oleh PWNU, bersama jajaran PCNU, lembaga, lajnah, dan badan otonom, serta warga nahdliyin. (Rls)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar