Sidang Money Politik, Para Kades Mengaku Disuap Tim Arinal-Nunik Rp1Juta

Selasa, 10 Juli 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Puluhan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan mengaku terima uang sebesar Rp1 juta rupiah dari pasangan calon Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik).

Pengakuan para kades terima uang itu diakui mereka dalam sidang lanjutan pemeriksaan pelanggaran money politik terstruktur, sistematis dan masif (TSM) di Kantor Gakkumdu, Rawa Laut, Enggal, Bandar Lampung, Selasa (10/6).

Salah seorang Kepala Desa Kalianda, Iskandar, yang menjadi saksi persidangan, mengakui, diberikan uang transportasi oleh oknum timses paslon nomor urut 3, untuk memilih dan memenangkan Arinal-Nunik pada Pilgub Lampung 27 Juni 2018 lalu.

“Waktu itu kami diberikan uang Rp1 juta. Uang itu diberikan langsung kepada 20 dari 25 kepala desa yang hadir saat itu, dan disuruh untuk mencari massa. Bila menang atau mencapai 60 persen suara maka akan dijanjikan kendaraan ambulans oleh paslon nomor 3,” ungkap Iskandar, Selasa (10/7).

Dia menuturkan, uang yang diterima kepada seluruh kepala desa sebagai uang transportasi, diberikan oleh moderator yang masih berstatus aparatur sipil negara (ASN) ketika mereka beranjak meninggalkan lokasi di Kecamatan Kalianda.

“Dikasih uangnya usai pertemuan waktu ingin pulang, di kecamatan Kalianda,” ujar Iskandar.

Diketahui, dalam persidangan, ketika saksi memberikan penjelasan, sejumlah tim kuasa hukum dari masing-masing paslon memperdebatkan mekanisme proses sidang pelanggarakan administrasi TSM.

Salah satu tim kuasa hukum mempermasalahkan mekanisme persidangan yang tidak memenuhi unsur substansi.

“Seperti kita ketahui, kita minta keterangan dari saksi langsung kepada substansinya saja, jangan merembet ke yang tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini, sehingga keterangan dari saksi tidak berputar-putar,” kata salah satu tim kuasa hukum paslon 2. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar