Soal Kios Jatah DPRD. Kadisdag Lontarkan Kalimat “Istri Anggota Dewan”

Rabu, 24 Januari 2018
Ratusan pedagang perumnas Way Halim mendatangi kantor Disdag Bandar Lampung untuk mengambil kunci kios. Rabu (24/1).

Lampung Centre – Pengakuan para pedagang terkait adanya oknum anggota DPRD Bandar Lampung yang mendapatkan jatah kios dari proyek pembangunan pasar perumnas Way Halim, semakin menguat.

Ketika ditanyakan terkait jatah kios untuk oknum legislator, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung Sahriwansah memang tidak secara langsung membenarkan isu tersebut. Hanya saja, dirinya sempat melontarkan kalimat “Istri Anggota Dewan”.

’’Tidak ada jatah. Murni untuk pedagang. Nggak tahu kalau ada istri anggota dewan yang selama ini jadi pedagang. Itu silahkan saja, dan itu tidak bisa dikritik,” kata Sahriwansah, dihadapan awak media, Rabu (24/1).

Pernyataan tersebut dia lontarkan seusai membagikan kunci kios kepada para pedagang di kantor Disdag Kota Bandar Lampung. Soal pembagian kunci, Sahriwansah menyatakan, hal tersebut diperkirakan akan memakan waktyu hingga satu pekan kedepan.

’’Pokoknya kita lakukan hingga semua pedagang mendapat kunci. Lama karena memang kita harus benar-benar memeriksa data pedagang bersangkutan, untuk kemudian pedagang itu menandatangi berita acara penerimaan kunci,” terangnya.

Yang ditekankannya, pengambilan kunci tidak bisa diwakilkan. ’’Melalui kuasa tidak boleh. Karena mereka harus menandatangani berita acara,” ucapnya.

Kabara baiknya, bagi pedagang yang telah menerima kunci diperbolehkan berdagang di pasar tersebut. ’’Hari ini (kemarin, Red.) menerima kunci. Besok (hari ini, Red.) sudah diperbolehkan membuka kiosnya untuk berdagang. Walau mungkin rata-rata dari mereka menghabiskan waktu satu hari untuk persiapan dahulu,” kata dia.

Di sisi lain, dia belum bisa sepenuhnya membantah adanya penerima ganda dalam undian Senin (22/1). Ya, dia memilih untuk menelusurinya lebih dahulu. ’’Dugaan nama-nama dobel sedang kita verifikasi. Baik itu yang ada di kios maupun amparan,” janjinya.

Pasca pembagian kunci, pedagang masih harus melewati tahapan lain. Yakni penandatangan kontrak pertanda sahnya penyewaan kios atau amparan.

’’Dalam surat kontrak ada sanksi-sanksi. Seperti apabila sampai menyewakan kembali, akan ditarik dan diberikan kepada penyewa itu sendiri. Oleh sebab itu kalau ada yang menyewa silahkan lapor saja ke UPT,” tukasnya. (*/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar