Soal PLTU Sebalang Gerbernur Akan Panggil PT Adhi Karya

Jumat, 18 Maret 2016
Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo. Foto:Ist

Lampung Centre – Gubernur Lampung M.Ridho akan memanggil pihak PT Adhi Karya selaku perusahaan yang mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang 2 x 100 Megawatt (MW).

Ridho menjelaskan, dirinya telah menerima laporan dari General Manager PLN Distribusi Lampung bila PLTU Sebalang yang seharusnya berfungsi 2 x 100 MW baru berfungsi 50 MW. “Pihak PT Adhi Karya akan kita panggil dalam waktu dekat,” kata dia seusai Rapat Paripurna HUT Lampung ke-52 di Gedung DPRD Lampung, Jum’at (18/3).

Selain memanggil pihak Adhi Karya, lanjut Ridho, untuk mengatasi masalah difisit listrik Pemprov Lampung sudah melakukan MoU untuk pembangunan energi listrik dengan kapasitas 2 x 350 MW di Kabupaten Mesuji. “serta meminta PT bukit asam untuk mensuplay batu bara sebanyak 2 juta ton pertahun,” terangnya.

Diketahui, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang berkapasitas 2 x 100 Mega Watt (MW) yang dikerjakan PT Adhi Karya diketahui bernilai Rp595,1 miliar. PLN Lampung menyebut bermasalahnya proyek ini menjadi salah satu pemicu krisis listrik di Lampung.

General Manager (GM) PLN Distribusi Lampung Irwansyah melempar tanggungjawab terkait sering terjadinya pemadaman listrik di Lampung. Menurut dia, PT Adhi Karya salah satu penyebab terjadinya krisis energi.

Irwansyah mengungkapkan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang berkapasitas 2 x 100 Mega Watt (MW) yang dikerjakan PT Adhi Karya pada 2007 lalu bermasalah. Perusahaan milik pemerintah itu tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak.

“Dari 200 MW yang ditargetkan sampai saat ini baru beroperasi dengan kapasitas beban 50 MW. Itu pun baru kemarin (Rabu 16/3) mereka (PT Adhi Karya) mengirim unitnya ke PLTU Sebalang,” ungkap Irwansyah di ruang rapat Sekretaris Daerah Lampung, Kamis (17/3).

Kontrak kerja pembangunan PLTU Sebalang antara PT.PLN dengan PT.Adhi Karya, dikatakan Irwansyah berlaku selama 36 bulan dari mulai penandatanganan kontrak. Namun, meski sudah jauh melewati masa waktu kontrak, pihak PLN mengaku tidak berani melakukan serah terima pekerjaan lantaran hasil kerja PT.Adhi Karya dianggap belum sesuai standar.

“Dalam ketentuannya serah terima barang baru bisa dilakukan setelah satu tahun beroperasi, dengan konsekuensi tidak ada ini itu. Namun kenyataannya baru satu bulan digunakan sudah terjadi masalah, jadi sampai sekarang belum dilakukan serah terima,” terangnya.

Meski PT Adhi Karya telah melakukan wanprestasi atas proyek tersebut, PLN tidak melakukan pemutusan kerjasama dengan alasan akan terjadi kerugian negara jika kontrak tersebut diputus. “Kita telah meminta Menteri Keuangan dan Menteri BUMN untuk menyelesaikan masalah ini, karena PLN dan PT.Adhi Karya kan sama-sama perusahaan BUMN,” kilahnya.

Diinformasikan, pihak PT Adhi Karya mengaku bila kontrak proyek PLTU yang berlokasi di Sinarlaut, Sebalang, Lampung Selatan telah ditandatangani pada 30 Oktober 2007, dan akan dikerjakan bersama dengan Jiangxi Electrical Overseas Engineering dengan porsi 35 persen dan perseroan 65 persen. Proyek itu berjangka 33 bulan sejak November 2007. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar