Soal Sanksi Jajarannya Arogan Tantang Presiden dan Menteri, Kepala BPN Lamsel Hanya Gertak Sambal

Jumat, 05 Januari 2018

Lampung Centre – Kepala BPN Lampung Selatan Ahamad Aminullah tidak serius memberikan tindakan kepada oknum pegawainya Uyung yang diduga melakukan tindakan arogansi karena mengebrak meja dan menendang kursi disertai menantang Presiden RI Jokowi dan Menteri Agraria dan tata Ruang RI Sofyan Djalil, saat melayani masyrakat.

Kepala BPN Lampung Selatan Ahmad Aminullah mengakui belum memberikan sanksi teguran lisan maupun tertulis, kepada pejabat Bagian Urusan Pembebasan Lahan Jalan Trans Tol Sumatera Lamsel tersebut.

“Saya belum berikan teguran lisan dan tertulis, karena yang bersangkutan tidak masuk hari ini, Jum’at (5/1). Karena dia sakit. Itu bukan arogansi, itu hanya salah paham,” ujar Ahmad Aminullah ketika dikonfirmasi wartawan, Jum’at (5/1).

Menurut Amin, ia sedang menulis surat teguran kepada yang bersangkutan, dan akan secepatnya dikirim. Namun saat ditanya tentang perihal surat tersebut, Amin enggan memberikannya melalui foto. “Tidak bisa mas, itu bukan kapasitas saya,” tandasnya.

Saat ditanya terkait pemicu anak buanya berang yang diduga karena proses uang ganti rugi tanah di desa tanjung Sari Natar yang dihambat BPN Lampung Selatan, lagi-lagi Ahmad Aminullah, tidak bisa menjelaskannya. “Pasti ada sebabnya, tapi saya belum tahu,” pungkasnya.

Kepala BPN Lampung Iing Sarkim yang dikonfirmasi melalui ponselnya tidak memberikan tanggapan. Meskipun ponselnya aktif dan sempat terhubung, namun Iing hanya diam.

Sebelumnya Uyung oknum pejabat BPN Lampung Selatan diduga melakukan arogansi dan tidakan tidak terpuji saat melakukan pelayanan di di kantor BPN lampung Selatan, Kamis (4/1).

Tindakan arogansi dilakukan Uyung saat menerima warga bernama Pandi dan rekanya Uchlas yang menanyakan masalah pembebasan lahan ganti rugi miliknya di Natar Lampung Selatan, yang tidak kunjung diporses pihak BPN Lampung Selatan.

Menurut Pandi saat itu, ia bersama Uchlas menayakan kejelasan proses ganti rugi tanah keluarganya yang terkena pembebasaan proyek JTTS di Lampung Selatan, kepada BPN Lampung Selatan.

“Saya kesana baik-baik, bertamu, menanyakan kepastian UGR, karena sejak bulan 10 tahun 2017, UGR tidak diproses-proses ,” ujar Pandi kepada wartawan, Kamis (4/1).

Pandi menambahkan, ketika ia bertanya, tiba-tiba Uyung oknum pejabat tersebut marah, mengebrak meja dan menendang kursi di kantor BPN seraya berkata, silahkan jika mau melapor ke menteri, presiden ia tidak takut. Bahkan melapor ke Tuhan pun ia tidak takut. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar