Subsidi Rumah untuk Rakyat Terkendala Anggaran

Kamis, 10 Desember 2015

Jakarta, LC- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih terkendala anggaran untuk terus berupaya untuk mewujudkan program satu juta rumah bagi masyarakat.

Kementerian mencatat, anggaran untuk subsidi rumah tahun ini hanya mencapai Rp5,4 triliun. PUPR berencana menambah anggaran subsidi rumah sebesar 40 persen pada tahun 2016 mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimulyono mengatakan, tahun depan PUPR akan meningkatkan subsidi untuk rumah murah sebesar Rp9,1 triliun seiring dengan meningkatnya anggaran APBN yang diterima pada tahun 2016.

“Tentang program-program perumahan ke depan FLPP nya Rp9,1 triliun dari Rp5,4 triliun yang sekarang, naik. kemudian untuk tambahan subsidi Rp1,2 triliun, satu lagi untuk uang muka Rp1,2 triliun. Plus APBNnya Rp7,6 triliun. Jadi sekitar Rp 20 triliun untuk perumahan, untuk bisa meningkatkan pengadaan rumah ke depan,” ujar Basuki kepada sejumlah wartawan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Peningkatan anggaran subsidi untuk rumah ini diharapkan mampu untuk mencapai program satu juta rumah bagi masyarakat di berbagai daerah. PUPR pun telah bersiap untuk menggunakan anggaran ini dengan melakukan berbagai proyek tender pada kuartal terakhir 2015 guna target pembangunan pada 2016 dapat tercapai. (red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar