Supir Sekretaris DBM Tegaskan Ada Setoran. Dewan Minta Polisi Usut Tuntas

Kamis, 08 Juni 2017
Gambar Ilustrasi. Sumber: Ist

Bandarlampung – Menyikapi adanya dugaan setoran proyek di lingkungan Dinas Bina Marga (DBM) Provinsi Lampung, Komisi IV DPRD setempat mempersilahkan aparat kepolisian atau yang berwajib menindaklanjutinya.

“Ya kan itu bisa saja masuk dalam suap, kalau memang ada bukti-buktinya silahkan aparat kepolisan menindaklanjutinya, silahkan lakukan penyelidikan, karena ini semua sudah masuk dalam unsur penerimaan fee yaitu penyuapan,” ujar Ketua anggota Komisi IV DPRD Lampung, Watoni Nurdin, Kamis (8/6).

Dan pihaknya juga berjanji akan memanggil DBM termasuk yang bersangkutan sekretris Roni Witono. “Nanti kita klarifikasi, kalau ada buktinya nanti kita tanyakan apakah mereka ini semua menerima setoran proyek atau suap untuk mendapatkan proyek,” katanya.

Dan ini, imbuh politisi PDIP ini, kali kedua menguapnya isu tentang setoran proyek. Karenanya, selain mempersilahkan aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut. “Ini jadi preseden buruk bagi dunia kontruksi, karena selain merusak kwalitas proyek, juga nanti menjadikan proyek tersebut jadi lahan korupsi. Makanya nanti kami akan rekomendasikan perusahaan yang melakukan penyuapan itu di blacklist jangan dikasih proyek karena merusak citra pembangunan,” tandasnya.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi, sekretaris DBM Roni Witono tidak atip dan pesan singkat yang dikirim pun belum di balasnya. Sementra itu dalam rekaman hasil wawancara awak media kepad supir Roni Witono, Yanto beberapa waktu lalu, Yanto mengakui bila memang ada praktek jual beli proyek berupa setoran. Namun dirinya menegaskan, setoran itu tidak melalui dirinya melainkan langsung kepucuk pimpinan.

“Bener ada setoran, cuma perlu anda ketahui tapi enggak ada yang lewat saya (langsung,red) ke atas. Kalau saya nggak pernah nerima, lagian tekenan yang di kwiransi itu nggak sama dengan yang ada di KTP dan SIM saya, silahkan kalau mau nuduh saya terima setoran,” ucap Yanto ketika dikonfirmasi.

Sebelumnya, menguap isu tentang suap setoran proyek yang melibatkan orang dekat sekretaris DBM. Memberikan uang fee untuk mendapatkan proyek bukan lagi rahasia umum, karena tanpa menyetor mustahil seorang pengusaha bisa mendapatkan proyek.

Menurut BY salah satu pemborong yang mengungkapkan praktik setoran proyek di DBM Provinsi Lampung yang melibatkan sekretaris DBM Roni Witono, dan orang kepercayaan Roni Witono Sekretaris DBM mulai dari Yanto supir pribadinya, Endang ajudan pribadinya serta Iwan Setiawan dan M Arista yang juga orang kepercaaan Roni Witono.

BY mengaku kecewa bahwa ia tidak mendapatkan proyek di Dinas Bina Marga tahun 2016 padahal ia sudah menyetor uang empat kali dengan nilai Rp 167 juta, yang dititipkan melalui  orang-orang keperacayaan Roni Witono Sekretaris DBM tersebut. By menjelaskan uang setoran proyek yang diberikan kepada orang-orang kepercayaan Roni tersebut  dilengkapi kuitansi dengan rincian Rp 67  juta kepada Yanto, Rp 25 kepada Endang, Rp  55 Juta kepada Iwan Setiawan  serta M Aritsa sebesar Rp 20 juta.

“Saya setor uang ini kepada orang-orang kepercayaan Roni, semuanya tahun 2016 , dijanjikan proyek Drainaes dan perbaikan jalan,  sekitar Rp 1 miliar. Tapi sampai akhir tahun gak dapat. Saya tagih  tahun 2017, tapi tidak juga dapat,” jelas By yang mengaku masih melengkapi barang bukti untuk melaporkan kasus ini  ke pihak berwajib. (Septa Herian Palga)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar