Tabrak Atruran Ketenagakerjaan, Launching Transmart Bandar Lampung Batal

Senin, 11 Desember 2017

 

Lampung Centre – Impian masyarakat untuk menikmati wahana permainan dan perbelanjaan di Transmart Carrefour, yang berlokasi di jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung pada liburan akhir tahun tampaknya sulit terwujud.

Hal tersebut dikarenakan, launching pusat perbelanjaan termegah di Lampung tersebut, terancam mundur dari dijadwalkan sebebelumnya, yakni 20 Desember 2017 sampai waktu yang belum belum ditentukan.

Salah satu penyebab mundurnya pembukaan Transmart dituding lantaran adanya permasalahan rekrutmen tenaga kerja yang diduga tidak transparan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung.

Kabar tersebut ditegaskan anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung Imam Santoso. “Kami sudah hearing bersama Disnker dan pihak Transmart terkait adanya laporan tidak transparannya proses perekrutan tenaga kerjanya dan Disnaker pun tak mendapatkan laporan hasil perekrutan yang dilakukan Transmart,” kata Imam, Minggu (10/12).

Politisi Partai Grindra ini menjelaskan, proses rektrutmen yang dilakukan menejemen Transmart dituding tidak sesuai dengan yang diamanahkan dalam Peraturan Kementerian Tenaga Kerja (Permenaker) No.14 tahun 2006.

Dalam Permen tersebut disebutkan, pengusaha dalam hal ini pihak Transmart wajib membuat laporan hasil perekrutan tenaga kerja sesuai keadaan yang sebenarnya baik pada kantor pusat, cabang maupun pada bagian perusahaan yang berdiri sendiri.

“Jadi kalau perusahaan sudah melaporkan ke Disnaker tentang adanya lowongan pekerja, pihak perusahaaan wajib untuk malaporkan secara rinci hasil pengrekrutan,” tegasnya.

DPRD setempat menghimbau, agar pihak Transmart dapat membuatkan surat laporan secara resmi tentang hasil pengrekrutan tenaga kerja agar Transmart bisa segera launching.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Kerja Disnaker Bandarlampung Muhammad Kabul juga membenarkan bahwa hingga saat ini Transmart belum memberikan surat laporan terkait hasil perekrutan tenaga kerja.

“Sampai hari ini kami belum mendapatkan surat laporan dari Transmart, sehingga kami tidak mengetahui berapa jumlah karyawan yang diterima beserta keterangan berdomisilinya,” kata dia.

Dia pun membenarkan adanya permintaan Komisi IV DPRD Bandarlampung untuk menunda sementara Launching Transmart lantaran hal tersebut.

“Iya memang ada ketika kami (Disnaker) diajak hearing bersama Komisi IV dan Transmart tentang hal tersebut, namun perwakilan dari Transmart tidak bisa keputusan dengan alasan harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan pusat,” tandasnya.  (*/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar