Tarif Angkutan Semestinya Juga Turun

Selasa, 05 Januari 2016

ilustrasi angkutan umum. foto:sapulidinews

 

 

JAKARTA, LC- Pemerintah secara resmi telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski begitu, penurunan harga BBM belum tentu diikuti dengan penurunan tarif angkutan barang. Sebab, penentuan tarifnya tidak ditentukan pemerintah melainkan pengusaha angkutan barang.

Kementerian Perhubungan bahkan secara gamblang meminta para pengusaha menjadi contoh baik dengan menyesuaikan tarif.

“Tarif (angkutan barang) tidak ditetapkan pemerintah tetapi berdasarkan mekanisme pasar,” ujar Pelaksaan Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sugihardjo di Jakarta, Selasa (5/1/2015).

Pengusaha logistic juga melakukan dorongan agar tarif angkutan barang turun. Melalui Asosiasi Logistik Indonesia, para pengusaha bahkan sudah memiliki hitungannya. “Turunnya solar sebesar Rp 1.050 atau 16 persen, seharusnya bisa menurunkan biaya transport sampai 10 persen. Apalagi kalau kita bandingkan harga solar di Januari 2015 mencapai Rp 7.250 rupiah jadi Solar sudah turun sampai 22 persen dari tahun lalu,” kata Ketua ALI Zaldy Masita.

Baik pemerintah maupun pengusaha logistik berpendapat inilah waktu yang tepat untuk mengefisienkan biaya logistik nasional yang tinggi. (red)

Sumber:kompas.com

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar