Tauhidi Pasrah Dikirim ke Hotel Prodeo

Rabu, 27 April 2016
Tersangka Dugaan Korupsi Disdik Lampung Tauhidi. Foto:Ist

Lampung Centre – Penyidik Kejaksaan Agung memutuskan melakukan penahanan mantan Pjs Bupati Lampung Timur Tauhidi, Rabu (27/4) malam.  Tauhidi dibawa ke Rutan Way Hui, Lampung Selatan menggunakan mobil kejaksaan sekitar pukul 21.00 WIB, setelah melengkapi berkas administrasi di Kejaksaan Negeri Bandarlampung.

Tauhidi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang pengadaan perlengkapan sekolah siswa kurang mampu SD/MI/SMP/Mts pada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tahun 2012 senilai Rp17.759.285.000. “Satu tersangka lainnya, Hendrawan juga ditahan bersama Tauhidi. Kedua tersangka ditahan selama 20 hari ke depan,” jelas Kajari Bandarlampung Widiyantoro kepada sejumlah wartawan.

Widiantoro mengatakan, Tauhidi ditahan karena diduga berkolusi melakukan rekayasa pelelangan  pengadaan alat-alat sekolah untuk siswa miskin. Akibat ulah Tauhidi yang saat itu bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), negara dirugikan sekitar Rp6,48 Miliar. “Yang sudah dikembalikan sekitar 5 miliar, yang belum dikembalikan sekitar satu miliar lebih. Dan hari ini kita tidak melakukan pemeriksaan, karena pemeriksaan dilakukan di Kejaksaan Agung. Disini hanya administrasi saja. Tauhidi dikenakan primer pasal 2 dan subsider pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi,” kata dia.

Kuasa Hukum Tauhidi, Ahmad Handoko mengatakan, proses penahanan atas klien-nya itu merupakan kewenangan jaksa penuntut umum mengingat saat ini proses tersebut sudah memasuki pelimpahan tahap dua dari penyidik penuntut umum Kejaksaan Agung ke tim penuntutan.

“Proses penahanan ini memang sudah diatur. Artinya setiap tahapan, jaksa atau penuntut umum mempunyai kewenangan untuk melakukan penahanan atau tidak ,” kata Handoko di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

Dirinya juga menambahkan, Tauhidi mengaku pasrah dengan proses penahanan yang dilakukan terhadap dirinya dan fokus untuk melakukan pembuktian di pengadilan.

“Pak Tauhudi bilang legowo untuk menjalankan proses hukum ini, dan kita akan konentrasi dalam peradilan nanti.  Kita siap membuktikan di pengadilan bahwa Pak Tauhidi tidak bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi ini,” ujarnya.

Pada perkara ini, Tauhidi tidak dikenakan pasal tindak pidana pencucian uang, melainkan hanya dikenakan pasal 2 dan pasal 3 undang undang tindak pidana korupsi.

Handoko mengaku, tidak melakukan praperadilan dan hanya fokus pada pembuktian pokok perkara di proses presidangan nanti. Untuk itu, dirinya berharap agar penuntut umum cepat melimpahkan perkara ini ke pengadilan Negeri Tanjung Karang untuk dilakukan persidangan. “Kita berharap agar penuntut umum cepat melimpahkan perkara ini ke pengadilan agar kita bisa mengikuti proses persidangan secara fair.

“Disana nanti kita buktikan, kawan-kawan juga nanti bisa mengawal proses persidangan buktinya seperti apa. Kalau kita lihat diberkas khusus Pak Tauhidi ini, pertama tidak ada aliran dana seperak pun ke Pak Tauhidi, kedua tidak ada tuduhan bila Pak Tauhidi ini mengatur proyek, membagi proyek, itu tidak ada. Nanti bisa ditanyakan langsung kepada setiap saksi. Nanti di persidangan kita buka secara fair apakah tuduhan-tuduhan itu terbukti atau tidak,” kata dia.

Sebelumnya, Kasi Penerangan Hukum Kejati Lampung, Yadi Rahmat mengatakan, pihaknya tengah menunggu pelimpahan berkas perkara Tauhidi dari tim penyidik satuan tugas khusus (Satgasus) Kejaksaan Agung. Penyidik, kata Yadi Rahmat,  sedang melengkapi berkas berita acaranya.” Kita masih menunggu pelimpahan dari tim penyidik,” jelas Yadi Rahmat di ruang kerjanya, kemarin.

Yadi Rahmat tidak dapat memastikan apakah nantinya Tauhidi akan ditahan seperti dua tersangka lainnya yakni, Edward Hakim (mantan Kasubag Perencanaan Disdik Lampung) dan Aria Sukma S. Rizal (PNS Pemberdayaan Masyarakat Lampung) yang sudah dulu dieksekusi. “Itu wewenang pimpinan, saya tidak berani menjamin ditahan atau tidak,” ujarnya.

Yadi membantah penilaian publik jika ada berbedaan dalam menangani perkara empat tersangka korupsi di Disdik Lampung tersebut. Menurutnya, belum ditahannya dua tersangka lagi, Tauhidi dan Hendrawan dikarenakan pemberkasan perkara keduanya oleh penyidik  dilakukan secara terpisah (Splits). “Tidak mungkin dibeda-bedakan. Kedua tersangka belum ditahan, selain berkasnya sedang dilengkapi penyidik juga melakukannya secara terpisah,” kata dia.

Diketahui, Kejagung telah menetapkan tersangka proyek pengadaan perlengkapan sekolah siswa kurang mampu SD/MI/SMP/Mts pada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tahun 2012 senilai Rp17.759.285.000. Anggaran tersebut dirbagi dalam 93 paket pekerjaan di 13 lokasi kabupaten dan kota melalui penunjukan langsung 38 perusahaan rekanan.

Keempatnya adalah Tauhidi (mantan Kadisdik Lampung dan mantan Pj Bupati Lampung Timur); Edwar Hakim (mantan Kasubag Perencanaan Disdik Lampung); M Hendrawan (rekanan); dan Aria Sukma S Rizal (PNS di Kantor Pemberdayaan Masyarakat Bandar Lampung). Dalam perkara ini, Kejati Lampung sudah menahan Edwar Hakim dan Arya Sukma Rizal. Kedua tersangka, ditahan selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Way Hui, Lampung Selatan. (Septa Herian Palga)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar