Terduga Gandakan Nopol, Dalang Black Campaign Berencana Terus Didalami

Senin, 07 Mei 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Tiga pemuda terpaksa harus meringkuk di bui Polres Lampung Timur karena tertangkap tangan tengah melakukan kampanye hitam (Black Campaign) dengan menyebarkan selebaran yang berisi fitnah terhadap cagub nomor urut 1.

Dari hasil pemeriksaan diduga ketiganya sudah merencanakan kampanye hitam tersebut, saat ini Polres dan Panwas Lamtim sedang mendalami siapa saja pihak yang terlibat termasuk yang memerintahkan kampanye hitam tersebut.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro membenarkan ketiga orang yang diduga melakukan black campaign, tadi siang.

“Ya benar, kami mengamankan ketiganya saat ini masih dalam proses pemeriksaan, ” kata dia, melalui sambungan telepon, Senin (7/5).

Koordinator penindakan Panwaslu Lampung timur Uslih mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang yang tertangkap tangan.

“kita sudah amankan ketiganya, sekarang kita masih lakukan pemeriksaan, untuk hasilnya belum bisa kita sampaikan karena belum final,” ujarnya.

Diduga ketiga pihak yang melakukan kampanye hitam sudah lebih dulu merencanakan aksi kotornya, dengan menggandakan nomor polisi kendaraan Toyota Avanza Silver yang digunakan untuk mengangkut selebaran. Saat ini mobil tersebut sudah diamankan dan akan dijadikan barang bukti.

“Didalam mobil yang digunakan ketiga orang tersebut ada nopol lain. Mobil ikut kita amankan karena mobil tersebut yang membawa selain itu didalam mobil terdapat nomor polisi lain tapi kita temukan STNK dan belum kita dapatkan,” ujarnya.

Terkait berapa nomor serinya dirinya tidak mengetahui berapanya. “Mobilnya sudah di bawa pihak kepolisian ke Polres Lampung Timur, karena di kantor panwas tempatnya tidak mencukupi sementara nopolnya berada didalam mobil,” jelasnya.

Diketahui, Ketiganya adalah Isnan Subkhi, warga Brajaasri Way Jepara Kota Metro dengan status pekerjaan wartawan, mantan Ketua LMND, Riandes Priantara, warga Adirejo Pekalongan Kabupaten Lampung Timur; dan Framdika Firmanda, warga Jalan Seluang Yoso Dadi, Metro Timur, Metro. Dua nama terakhir berstatus mahasiswa. (*/Red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar