Tim Operasi Gakkum Tangkap Pembalak Liar

Selasa, 10 April 2018

Bandarlampung (Lampung Centre)– TIM Operasi Gabungan Penegakan Hukum Provinsi Lampung berhasil mengamankan 12 orang diduga pelaku pembalakan liar ketika sedang  menebang,  mengangkut, memuat, membeli kayu dan menerima  kayu jenis sonokling yang berasal dari kawasan hutan lindung Reg 22 Way Waya di Dusun VIII Sendang Dadi, Kampung Sendang Mulyo Kec.Sendang Agung Kab. Lampung Tengah yang terjadi pada tanggal 6 April 2018 lalu, sekira pukul 02.00 WIB.

Barang bukti yang diamankan, 1 (satu) unit mobil truck colt diesel beserta kayu log jenis sonokeling jumlah lebih kurang 52 btg, 1 (satu) unit mobil carry minibus beserta kayu log jenis sonokeling sebanyak 11 btg, sepeda motor 2 unit.

Modus para pelaku, menebang pohon sonokeling, memotong, mengangkut dengan menggunakan sepeda motor dilanjutkan dengan mobil truk dan mobil minibus, selanjutnya dijual kepada pembeli atau penampung berinisial Ed lalu dijual ke Jp.

Kegiatan tersebut dilakukan tanpa ijin pejabat berwenang dan pengangkutan kayu tanpa memiliki dokumen angkut kayu yang sah. Kegiatan penebangan liar ini dilakukan pada malam hari dan hari libur  kerja untuk menghindari petugas.

Pelaku inisial IS, IMAM, SUM, Medi, Putu, Tm dan Ek yang menebang dan memanen, memungut hasil hutan kayu sonokeling di dalam kawasan Hutan Lindung Reg 22 Way Waya.

Pelaku inisial HK, RD, As, berperan  sebagai pengangkut kayu sonokeling dengan kendaraan  mobil truck, mobil minibus dan sepeda motor dari dalam HL.

Pelaku inisial Ed dan Jp selaku pembeli dan penjual kayu sonokeling  hasil pembalakan liar  tersebut. Terhadap ke-12 pelaku pembalakan liar tersebut penyidik telah mendapat lebih dari dua alat bukti yang sah untuk ditetapkan menjadi tersangka sejak 8 April 2018.

Terhadap pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) dan atau Pasal 83 Ayat (1) huruf a dan atau huruf b dan atau c, dan atau Pasal 87 Ayat (1) huruf a  UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman sanksi pidana penjara maksimal 5 (lima) tahun dan denda maksimal 2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta rupiah).

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Edward Sembiring, S.Hut M.Si menyampaikan bahwa kegiatan operasi gabungan ini dilakukan oleh Balai Gakkum KLHK Sumatera bersama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

“Ini merupakan Operasi Gabungan kedua di tahun 2018. Operasi pertama sebulan yang lalu sudah menangkap  dan menahan Cukong kayu jenis sonokeling an. Ibrahim yang saat ini berkas perkaranya sudah dikirimkan kepada JPU. Kami berharap upaya penegakan hukum yang dilakukan ini memberikan efek jera, terhadap semua pelaku karena jika tidak maka Balai Gakkum KLHK Sumatera bersama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung akan terus melakukan proses hukum lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Kadishut Provinsi Lampung Ir Syaiful Bachri  MM, menyampaikan bahwa kegiatan pembalakan liar jenis kayu sonokeling marak dalam dua tahun terakhir, dan upaya yang telah dilakukan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dalam 2018 ini telah berhasil melakukan penanganan kasus perkara pembalakan liar.

Sudah lebih dari 5 kasus dengan 17 tersangka yang telah dan sedang diproses hukum oleh penyidik, yang telah P21 dan telah tahap 2 sebanyak 3 berkas perkara sedangkan 2 kasus masih dalam penyidikan.

Kegiatan operasi gabungan bersama Balai Gakkum LHK wilayah Sumatera di kawasan hutan  lindung Register 22 Way Waya mengamankan 12 tersangka pembalakan liar berserta barang bukti kayu jenis sonokeling.

Diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan kehutanan Provinsi Lampung dan upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan ini akan terus  lanjut di kemudian hari di Provinsi  Lampung. (Rls/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar