Tokoh Way Dadi Minta BPK Supervisi Proyek Stadion Mini

Jumat, 23 Agustus 2019
Walikota Bandarlampung Herman HN ketika meninjau proyek pembangunan stadion mini di lapangan Way Dadi, Sukarame, beberapa waktu lalu. (Sumber: Net)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Masyarakat Way Dadi meminta Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Lampung untuk menjadikan proyek Stadion Mini sebagai salah satu sample utama dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun anggaran 2019.

Keinginan masyarakat tersebut lantaran adanya dugaan pengkondisian perusahaan dalam tahapan tender proyek stadion mini. Terlebih lagi, proyek tersebut juga sebelumnya banyak menuai penolakan lantaran lokasinya berada di lapangan Way Dadi yang merupakan fasilitas umum warga setempat selama berpuluh tahun.

“Karena proyek-proyek terlalu banyak, bisa saja proyek stadion mini Way Dadi dijadikan salah satu sample utama audit BPK,” ujar Tokoh Way Dadi yang juga Dewan Pembina/Penasehat Forum Warga Way Dadi Peduli Lingkungan (FW2-PL), Darwis Fauzi, Kamis (22/8).

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Tulangbawang itu sangat berharap BPK melakukan pemeriksaan terhadap proyek stadion mini dari proses perencanaan, teknis lelang, pengawasan hingga pengerjaan.

Diberitakan sebelumnya, proyek stadion mini yang berada di lapangan Way Dadi, Sukarame, banyak menuai masalah. Selain tidak diinginkan masyarakat, diduga tender proyek senilai Rp4,9 miliyar itu terjadi pengkondisian.

Masyarakat Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung secara tegas menolak proyek stadion mini yang anggarannya bersumber dari APBD Pemerintah Kota Bandar Lampung 2019. Dikarenakan, keberadaan pembangunannya berada di lapangan Way Dadi yang merupakan fasilitas umum masyarakat sekitar.

Sebab, lapangan itu juga menjadi salah satu lokasi lahan yang setiap tahun dipergunakan ribuan masyarakat Way Dadi untuk menunaikan ibadah sholat Idhul Fitri dan Idhul Adha.

Selain masalah lokasi, proyek tersebut juga diduga terjadi pengkondisiin dalam tahapan tender. Hal tersebut dapat dilihat dari tahapan tender yang dilakukan Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Kota Bandar Lampung dalam menetapkan PT Haberka Mitra Persada sebagai pemenang.

Diduga Pokja BLPBJ Kota Bandar Lampung melaksanakan tender hanya sebagai formalifas. Sebab dari sembilan perusahaan yang ikut tender, hanya PT Haberka Mitra Persada yang melakukan penawaran.

Padahal, dalam Perpres 70 tahun 2012 perubahan kedua Perpres 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, Pasal 83 disebutkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang sekarang berubah menjadi BLPBJ berhak membatalkan jika pada saat tender yang mengajukan penawaran kurang dari tiga perusahaan.

Akan tetapi, Pokja BLPBJ Bandar Lampung menggunakan menakisme Pasal 109, Perpres 4 tahun 2015, tender boleh lanjutkan meski hanya satu perusahaan yang mengajukan penawaran melalui proses negosiasi.

Namun, dalam negosiasi Pokja BLPBJ Kota Bandar Lampung menyepakati tender proyek stadion mini dimenangkan PT Haberka Mitra Persada dengan penawaran Rp4.950.252.600, atau hanya selisih kurang dari satu persen dari pagu Rp5.000.000.000. Persentase inilah yang menguatkan dugaan proyek stadion mini terjadi pengkondisian dan tender hanya formalitas. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar