Uang Fee Proyek Rp 14 Miliar tak Berhenti di Tangan Farizal

Sabtu, 01 Oktober 2016
Sejumlah awak media sedang menunggu pemeriksaan mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung atas dugaan penggelapan uang setoran proyek Rp 14 miliar. Foto: IK

Lampung Centre – Pakar Hukum Pidana Universitas Lampung, Wahyu Sasongko menilai kasus penggelapan uang hasil pungutan fee proyek sebesar Rp 14 miliar yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung harus diungkap sampai ke akarnya.

Mantan Ketua Program Pascasarjana Magister Hukum Unila itu mengatakan, uang miliaran itu tidak berhenti hanya di tangan mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung Farizal Badri Zaini.

Ia mengatakan, penyidik Polda Lampung jangan hanya terfokus memeriksa kasus penggelapan dan penipuannya saja seperti yang dilaporkan Djoko Prihartanto. “Secara logika dan akal sehat, uang tersebut tidak berakhir di tangan terlapor Fahrizal. Tapi uang itu diyakini terus bergulir ke atasannya. Ini yang harus diungkap oleh penyidik, siapa orang-orang di belakang Farizal,” ujar Wahyu Sasongko melalui sambungan telepon selularnya, Jumat (30/9) malam.

Menurut Wahyu, aparat penyidik Polda Lampung dituntut bersikap profesional dalam menangani kasus ini. Penyidik bisa menjadikan kasus penggelapan dan penipuan ini sebagai pintu masuk untuk membongkar kasus suap yang melibatkan mafia proyek di pemerintahan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

“Pelapor dan terlapor adalah pegawai negeri sipil. Dengan jabatannya mereka bisa mengumpulkan uang dengan janji diberi proyek. Mereka bisa dijerat tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Terpisah, Farizal Badri Zaini membantah telah menerima uang Rp 14 miliar yang disebut Djoko Prihartanto. Ia mengatakan, video yang beredar tentang dirinya menerima sejumlah uang untuk setoran proyek, merupakan rekayasa yang dibuat Djoko. “ Saya tidak menerima uang itu,” kilahnya kepada sejumlah awak media di Mapolda Lampung. (Iwan Kodrat)

 

 

 

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar