Usai Kabur Dari Hearing, Kadisdag Mengaku Ke Herman HN “Dijebak” Komisi II

Kamis, 01 Februari 2018
Walikota Bandar Lampung Herman HN dan Kepala Dinas Perdagangan Sahriwansah saat melakukan sidak di gedung satu atap, Kamis (1/2).

Bandar Lampung (Lampung Centre) – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sahriwansah diduga meminta perlindungan kepada Walikota Bandar Lampung Herman HN terkait ramainya isu yang menyebutkan rombongan Disdag melarikan diri ketika rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi II DPRD setempat, kemarin (31/1).

Sahriwansah mengaku kepada Herman HN bahwa dalam surat panggilan hearing dari Komisi II, hanya mengagendakan hanya ingin mendengarkan penjelasan dari dinas pasar terkait kisruh puluhan pedagang pasar Perumnas Way Halim yang belum mendapatkan kios. Namun ternyata ketika rombongan dinas pasar memasuki ruang komisi, ada salah satu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Setelah mendengar langsung pengakuan dari Sahriwansah, Walikota Herman HN menjelaskan keluarnya empat pejabat disdag dari ruang komisi dikarenakan ada salah satu ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Yang bersangkutan sudah cerita langsung kepada saya, mereka (empat pejabat disdag) keluar dari hearing karena dalam hearing bersama komisi ada LSM,” kata Herman HN saat sidak gedung pelayanan satu atap di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Kamis (1/2) pagi.

Diketahui sebelumnya, Komisi II DPRD Bandar Lampung mengundang Dinas Perdagangan untuk menggelar hearing terkait kisruh puluhan pedagang yang tidak mendapatkan kios. Namun ketika hearing hendak dimulai empat pejabat disdag yang semula datang yakni Kepala Dinas Perdagangan Sahriwansah, Sekretaris Disdag Doan, Kabid Pasar Erward dan Kepala UPT Pasar Perumnas Way Halim P. Pane mendadak meninggalkan ruangan hearing dengan alasan ingin merokok. Namun sayang, setelah ditunggu keempat pejabat disdag tidak kembali keruangan sehingga hearing batal digelar. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar