Utang Pemerintah Tembus Rp 3.271,82 Triliun.

Selasa, 24 Mei 2016
Ilustrasi Utang Negara. Foto:Istimewa

Lampung Centre – Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan total utang pemerintah pusat hingga akhir Maret 2016 mencapai Rp 3.271,82 triliun.

Menurut Bambang, utang itu akan terus bertambah, selama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN) ditetapkan dengan skenario defisit. “Utang itu muncul ketika jumlah belanja lebih besar dari penerimaan. Selama budget (anggaran) direncanakan selalu defisit, maka pasti ada penambahan utang,” jelas Bambang di depan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/5).

Dilangsir finace.detik.com Bambang mengatakan, utang menjadi kebutuhan, karena untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang masih melambat. Dari sisi konsumsi rumah tangga dan investasi swasta, juga cenderung melambat, sehingga diperlukan dorongan belanja pemerintah.”Penerimaan belum dapat menutupi belanja yang besar, makanya dibutuhkan pembiayaan dari utang,” paparnya.

Bambang menjelaskan, enambahan nominal utang dipengaruhi oleh dua hal. Pertama memang karena penarikan utang baru, dan kedua adalah depresiasi dari nilai tukar rupiah. Sebab pemerintah juga menerbitkan surat utang berdenominasi valuta asing. “Tambahan utang itu karena memang tambah utang dan kedua adalah depresiasi mata uang,” tegas Bambang.

Anggota Komisi XI, Jhony F Plate. Jhony mempertanyakan nominal utang pemerintah yang sangat besar. “Ini kok utang itu terus bertambah dan katanya sudah mencapai Rp 3.000 triliun, kenapa ini?” tanya Jhony(Red/LC)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar