Wagub Nunik Isyaratkan Pemangkasan BOSDA SMA/SMK

Selasa, 30 Juli 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Program pendidikan Bantuan Operasional Siswa Daerah (BOSDA) SMA dan SMK dari Pemerintah Provinsi Lampung terancam dikurangi atau mungkin ditiadakan dengan alasan kemampuan keuangan daerah.

Kabar tidak sedap dari program pendidikan tersebut diisyaratkan oleh Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) usai menghadiri wisuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Selasa (30/7).

Dirinya menjelaskan, Pemprov Lampung saat ini masih melakukan proses penyesuaian anggaran APBD perubahan tahun 2019 yang rencananya dialokasikan untuk program Bantuan Operasional Siswa Daerah (BOSDA) SMA dan SMK.

Menurutnya, penyesuaian tersebut terpaksa harus dilakukan lantaran keterbatasan anggaran akibat defisit keuangan yang dialami Pemerintah Provinsi Lampung. Meski begitu, Nunik memastikan alokasi anggaran BOSDA dalam APBD Perubahan 2019 tetap digelontorkan sesuai dengan kemampuan yang ada. Mantan Bupati Lampung Timur ini menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendorong penambahan anggaran untuk BOSDA.

“Kita dorong untuk nambah, tapi yang untuk perubahan ini karena ada asumsi kemungkinan devisit cukup tinggi, mungkin kalo diperubahan mungkin masih dicermati. Tapi kalo di tahun 2020 kita harapkan sudah lebih sehat anggaran kita,” tegas Nunik, seperti yang dilansir media, Selasa (30/7).

Diketahui, Program BOSDA SMA dan SMK adalah program Pemerintah Provinsi Lampung di era kepemimpinan Gubernur M. Ridho Ficardo. Sebagai tahap awal, program tersebut baru digulirkan di enam kabupaten/kota di Lampung, yakni Kota Bandarlampung, Kabupaten Way Kanan, Lampung Barat, Kabupaten Lampung Utara, Pesisir Barat dan Kabupaten Mesuji.

Program BOSDA diberikan kepada siswa-siswi SMA dan SMK yang berasal dari keluarga kurang mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar