Warga Desa Way Hui Heboh Ada Proyek “Siluman”

Jumat, 23 September 2016
Ilustrasi proyek siluman: Gambar Ist

Lampung Centre –  Masyarakat RT 6 dan RT 21 Dusun II, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan mempertanyakan proyek pembangunan jalan kavlingan penghubung dua RT tersebut.

Pasalnya, hingga memasuki tahap akhir pelaksanaannya tersebut aparat desa setempat pun tidak mengetahui dari mana sumber proyek tersebut.

Sekrataris Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Cecep Supriyadi mengatakan, dirinya tidak mengetahui bila ada aktifitas pembangunan di jalan Kavlingan. Padahal kegiatan tersebut sudah diberlangsung hampir tiga minggu dan telah memasuki tahap penyelesaian. “Saya malah belum tahu kalau ada perbaikan di jalan Kavlingan. Pak Lurah juga sampai saat ini tidak memberitahu kepada saya kalau ada pekerjaan disana,” kata Cecep ketika ditemui wartawan lampungcentre.com di tempat kerjanya, Rabu (21/9).

Menurut Cecep Supriyadi, pihak kontraktor pembangunan jalan 380 meter itu terkesan merahasiakan sumber dananya  karena tidak memasang plang proyek sebagai informasi akat, layak proyek pemerintah.  “Padahal pemasangan plang proyek merupakan hal yang wajib disediakan kontraktor dari awal pelaksanaan pekerjaan kontruksi seperti amanah yang tertuang dalam peraturan jasa kontruksi,” ujar Cecep.

Salah satu warga di RT 6 juga mengaku tidak mengetahui secara gamlang terkait kegiatan perbaikan jalan di lingkungannya tersebut baik perusahaan yang mengerjakan berikut sumber dananya apakan dari Provinsi atau Kabupaten Lampung Selatan. Sebelumnya juga, kata dia,  warga pernah meminta kepada para pekerja untuk memasang papan proyek yang setidaknya berisi informasi nama perusahaan, anggara kegiatan, waktu pelaksanaan serta lokasi pekerjaan. Namun sayangnya sampai saat ini pihak perusahaan tidak mengindahkan permintaan warga tersebut.

“Saya kurang paham apa nama perusahaan yang menggerjain jalan ini. Coba besok kesini lagi aja pas ada yang kerja. Kalo sekarang sudah pada pulang,” kata warga meminta namanya enggan dipublikasikan.

Sementara itu orang yang disebut-sebut sebagai rekanan yang mengerjakan pekerjaan tersebut, Hamidi, juga tidak mau memberikan informasi secara gamblang perihal pekerjaan jalan tersebut. Ketika ditanya nama perusahaannya dan pagu kegiatan yang dikarjakannua dia tidak menjawab dan hanya menyebutkan bila satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut di bawah naungan pemerintah provinsi. “Kalau pekerjaannya dari provinsi, karena dulu yang mengusulkan agar jalan ini diperbaiki adalah pegawai PU provinsi,” kata dia, ketika diwawancara melalui sambungan telepon pribadinya, Kamis (22/9).

Begitu juga ketika dirinya ditanya di portal LPSE mana pekerjaan tersebut dilelang atau tender, Hamidi juga tidak memberikan tanggapan dan langsung memutus sambungan telepon pribadinya. (Septa Herian Palga).

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar