Waw! Disbun Lampung Tidak Awasi Bantuan Rp 87,5 M

Selasa, 12 April 2016
Ilustrasi Bansos. Gambar: Ist

Lampung Centre – Dinas Perkebunan Provinsi Lampung mengaku tidak memberlakukan pengawasan secara ketat dana bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan perkebunan tebu sebesar Rp 41.320.112.000, dan bantuan hibah sebesar Rp 46.238.000.000  untuk tujuh (7) kegiatan pengadaan barang berupa truk angkutan tebu 13 unit, grab laoder 14 unit, GPS 98 unit, harvester 6 unit, pompa air 130 unit, dan traktor 19 unit.

Total bantuan dari APBN Kementerian Pertanian 2015 sebesar Rp 87.558.112.000 tersebut dialokasikan di empat kabupaten yakni Waykanan, Lampung Utara, Tulangbawang Barat dan Lampung Tengah.

Kasi Teknik Budi Daya, Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Desti Aris Sandi yang menerima disposisi untuk menjelaskan bantuan tersebut dari Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Edi Yanto yang mengaku sedang sibuk mengatakan, pemerintah provinsi tidak bisa mengawasi terlalu dalam ke internal koperasi penyalur bantuan dikarenakan bantuan tersebut bersifat hibah. Secara garis besar, terus dia, pemprov tetap melakukan pengawasan bantuan sosial tersebut. “Itu kan sifatnya hibah, jadi tidak bisa kita terlalu masuk ke dalam urusan internal mereka,” kilah Desti di ruang kerjanya, Senin (12/4).

Desti juga menyatakan tidak bisa menjelaskan secara rinci baik pengawasan maupun target pencapaian peningkatan produksi gula dari bantuan tersebut dikarenakan baru satu bulan menangani program dari pemerintah pusat.  “Saya tidak paham target peningkatan produksi gula dari perkebunan tebu rakyat penerima bantuan. Saya kan baru satu bulan menangani kegiatan tersebut,” kata Desti. (Iwan Kodrat)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar